Langsung ke konten utama

Surat Cinta untuk Februari #Bagian Ketiga

Kamu memiliki banyak kebencian terhadap dirimu. Salah satunya adalah patah yang tiba-tiba saja mengetuk pintu hati. Bebannya menjadi dua kali lebih berat, sebab orang-orang yang tak mengerti memerintahkan kamu untuk bangkit segera, lalu berlari kencang sekuat tenaga.

Aku memahami sembilu itu. Kamu seperti terlempar jauh ke dalam lorong sunyi dan kamu sendirian di sana. Tidak ada cahaya dan hanya jasad mengelilingi kamu. 

Namun, kamu masih punya setitik cahaya yang enggan kamu padamkan. Ketahuilah bahwa itu adalah salah satu hal yang bikin hatiku ingin selalu mendekap kamu. 

Kamu berjalan perlahan, menatap satu demi satu kepala yang ada di jalanan. Kamu mendaki setiap kepala, lalu menemukan bahwa aliran sungai dari kedua matamu tidak pernah sendirian. 

Banyak benang kusut yang menaungi setiap kepala itu yang ingin diluruskan dengan rapi. 

Lantas bibirmu melontar syukur berkali-kali kepada Tuhan. Kamu menemukan cinta ada di mana-mana, termasuk dalam dirimu yang tak pernah kamu tinggalkan barang sejenak. Kamu ubah benci menjadi teman akrab yang kamu simak dengan saksama, lalu kamu dekap hangat. 

Februari, kamu tidak pernah sendirian.

Dalam gerak merangkak, langkah yang terseok, desah aduh yang kembali terucap, hingga kamu mampu berjalan dengan kemenangan di dada, aku selalu ada. 

4 Februari 2023



Komentar

Postingan populer dari blog ini

IT WAS A WILD ADVENTURE TO BE A PRINCESS by Fitri Nurul Aulia (041114039)

Maybe you have been dreaming about to be one of the princesses in fairy tales who married to the princes. They are cool when they ride the horses. And, it was Friday, 4th of November 2016. The sun is cooperated with our plan, my friends’ and mine. Sunny day. We were going to make our dreams come true—even though it’s just our imagination—visiting horses’ stable in order to get some knowledge about horse and to ride it just like the princess. We promised to meet up in our campus at 8 A.M so as soon as we could leave to the stable. Promise was just a promise which was so hard to be done. The two of us were late. Does the princess late in fairy tale? We kept waiting for them on the bridge that really close to our campus. While waiting, we stared at the cars and motorcycles that passed by, hoping that our friends who were still on the way would coming soon. As we had known an information from the horse’s keeper that the horse would be stabled at about 11:30 A.M, our hearts went fast...

KOLAK PISANG NAIRA oleh Fitri Nurul Aulia

Waktu sudah menunjukkan pukul enam tiga puluh sore ketika aku dan kelima temanku baru saja keluar dari kantor. Artinya, sekitar tiga puluh menit lagi menuju adzan maghrib untuk berbuka puasa. Sambil berjalan cepat, sesekali aku melirik jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. “Sepertinya kita akan buka di jalan nih.” Kataku pada teman-teman. “Iya juga ya,” kata Raihan, salah satu temanku. Kami berhenti di sebuah taman kota, kemudian kami duduk di sebuah bangku kayu panjang. Aku sapu pandanganku mencari santapan untuk berbuka. Aku menyeringai senang, “Di sana ada bazar ramadhan tuh! Bagaimana kalau aku kesana?” Aku menatap sebuah tenda putih memanjang di seberang jalan. Teman-teman mengiyakan tawaranku. Aku segera melesat menuju bazar ramadhan di seberang jalan sana. Ketika sampai, aku celingak-celinguk, semua makanan sudah habis terjual. Sedikit kecewa. Aku putar pandanganku menatap teman-teman yang sedang menunggu di seberang jalan sana, berharap aku kembali ...

MY NAME IS MUHAMMAD Oleh : Fitri Nurul Aulia

Seperti biasa, setiap usai kuliah, aku selalu menyempatkan diri ke Red Square— yang merupakan alun-alun Kota Moskow, Rusia. Aku senang berkunjung ke sini untuk menikmati pesona Moskow yang disihir oleh sihir duniawi dan sihir keagungan Sang Maha Pencipta jagat raya. Sering kuabadikan momen-momen cantik dengan kamera digitalku, walau sudah berkali-kali kutampakkan ragaku di sini. Red square—yang didominasi oleh bangunan-bangunan berwarna merah bata, sering dijadikan tempat tongkrongan oleh pemuda-pemuda Moskow. Area ini juga, merupakan salah satu tempat yang wajib hukumnya ditelusuri oleh pelancong dari pelbagai negara. Walau aku bukan seorang pemudi asal Moskow, namun alun-alun ini juga sudah menjadi tempat   tongkronganku. Sejauh mata memandang, mataku menangkap begitu banyak turis-turis yang berlalulalang disekitar alun-alun. Cuaca indah nan sejuk, dengan matahari musim semi yang menawan, menjadi salah satu faktor pendukung bagi turis-turis untuk menjamahi area Red Square....