Langsung ke konten utama

Surat Cinta untuk Februari #Bagian Empat

Ketika hari terasa sulit dan sempit, serta syukur menjadi pelit, seseorang memutuskan pergi jalan-jalan ke luar dengan tubuh yang dililit rantai. Pertama, ia memerhatikan segala hal yang melekat pada tubuhnya. Lalu, segala hal yang telah berada dalam genggaman. Rantai yang membelitnya perlahan mengendur, meski masih ada rasa sesak. 

Setelah itu, ia mulai menyebar pandang pada apa saja yang dilewatinya; supir angkutan yang menyeka peluh, penjual kaki lima, badut jalanan, tukang parkir, pembersih jalanan, hingga pengais sampah. 

Rantai yang memeluknya mulai tidak terasa sesak. 

Seseorang itu menatap langit dan mulai merasakan seluruh tubuhnya; mata yang bisa melihat, telinga yang bisa mendengar suara, hidung yang bisa mencium aneka aroma, mulut yang bisa berbicara, lidah yang bisa mengecap rasa, otot-otot dan sendi yang bisa bergerak, kulit yang bisa menyentuh dan merasakan ragam rupa, degup jantung berirama, serta hati yang bisa merasa. Semuanya terasa sempurna. 

Tubuhnya perlahan terlepas dari jerat rantai. 

Seirama dengan hati, bibirnya mulai tersenyum sambil memanjatkan doa; Ya Tuhan, terima kasih. Aku memiliki segalanya. 


Bogor, 6 Februari 2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IT WAS A WILD ADVENTURE TO BE A PRINCESS by Fitri Nurul Aulia (041114039)

Maybe you have been dreaming about to be one of the princesses in fairy tales who married to the princes. They are cool when they ride the horses. And, it was Friday, 4th of November 2016. The sun is cooperated with our plan, my friends’ and mine. Sunny day. We were going to make our dreams come true—even though it’s just our imagination—visiting horses’ stable in order to get some knowledge about horse and to ride it just like the princess. We promised to meet up in our campus at 8 A.M so as soon as we could leave to the stable. Promise was just a promise which was so hard to be done. The two of us were late. Does the princess late in fairy tale? We kept waiting for them on the bridge that really close to our campus. While waiting, we stared at the cars and motorcycles that passed by, hoping that our friends who were still on the way would coming soon. As we had known an information from the horse’s keeper that the horse would be stabled at about 11:30 A.M, our hearts went fast...

KOLAK PISANG NAIRA oleh Fitri Nurul Aulia

Waktu sudah menunjukkan pukul enam tiga puluh sore ketika aku dan kelima temanku baru saja keluar dari kantor. Artinya, sekitar tiga puluh menit lagi menuju adzan maghrib untuk berbuka puasa. Sambil berjalan cepat, sesekali aku melirik jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. “Sepertinya kita akan buka di jalan nih.” Kataku pada teman-teman. “Iya juga ya,” kata Raihan, salah satu temanku. Kami berhenti di sebuah taman kota, kemudian kami duduk di sebuah bangku kayu panjang. Aku sapu pandanganku mencari santapan untuk berbuka. Aku menyeringai senang, “Di sana ada bazar ramadhan tuh! Bagaimana kalau aku kesana?” Aku menatap sebuah tenda putih memanjang di seberang jalan. Teman-teman mengiyakan tawaranku. Aku segera melesat menuju bazar ramadhan di seberang jalan sana. Ketika sampai, aku celingak-celinguk, semua makanan sudah habis terjual. Sedikit kecewa. Aku putar pandanganku menatap teman-teman yang sedang menunggu di seberang jalan sana, berharap aku kembali ...

MY NAME IS MUHAMMAD Oleh : Fitri Nurul Aulia

Seperti biasa, setiap usai kuliah, aku selalu menyempatkan diri ke Red Square— yang merupakan alun-alun Kota Moskow, Rusia. Aku senang berkunjung ke sini untuk menikmati pesona Moskow yang disihir oleh sihir duniawi dan sihir keagungan Sang Maha Pencipta jagat raya. Sering kuabadikan momen-momen cantik dengan kamera digitalku, walau sudah berkali-kali kutampakkan ragaku di sini. Red square—yang didominasi oleh bangunan-bangunan berwarna merah bata, sering dijadikan tempat tongkrongan oleh pemuda-pemuda Moskow. Area ini juga, merupakan salah satu tempat yang wajib hukumnya ditelusuri oleh pelancong dari pelbagai negara. Walau aku bukan seorang pemudi asal Moskow, namun alun-alun ini juga sudah menjadi tempat   tongkronganku. Sejauh mata memandang, mataku menangkap begitu banyak turis-turis yang berlalulalang disekitar alun-alun. Cuaca indah nan sejuk, dengan matahari musim semi yang menawan, menjadi salah satu faktor pendukung bagi turis-turis untuk menjamahi area Red Square....