Langsung ke konten utama

Curhatan Bermedia Sosial - Insecure VS Feeling Motivated



Ada dua perasaan yang muncul ketika aku scrolling up timeline di Instagram; insecure dan feeling motivated. Apakah keduanya bisa dirasakan bersamaan? Atau justru sebaliknya? Entah, aku sendiri belum bisa menjawab. Namun, aku menyadari suatu hal, saat perasaanku sedang tidak baik-baik saja, rasa insecure seperti membakar habis seluruh jiwaku. Ini pernah terjadi. Perasaanku sedang kacau, dan melihat segala informasi yang melimpah di beranda media sosial bikin aku mabuk. Akhirnya, seminggu aku kabur dari beberapa media sosial, terutama instagram. 

Saat perasaanku baik-baik saja, aku bisa termotivasi dengan beberapa postingan yang lewat di mataku. Aku bisa menata rasa bahwa kelak aku akan begini dan begitu. Dan ketika kamu terbius dengan perasaan itu, ada sesuatu yang membawa jiwamu melihat yang kamu impikan begitu dekat. 

Jika aku bisa mengajukan saran--saran ini pun sedang aku lakukan dan upayakan dalam bermedia sosial instagram--ikuti akun-akun yang memberi nutrisi untuk jiwamu, memberi kebahagiaan untukmu, dan memanjakan matamu. Jika ada akun yang membuat dirimu insecure, kamu sah-sah saja unfollow. Oh, ya, aku berusaha untuk tidak membaca aku gossip karena takut memberi asupan buruk untuk otakku. 

Sebenarnya aku tidak tahu pasti mengapa aku menulis seperti ini. Mungkin hanya sekadar berbagi, dan mungkin kamu juga pernah ada di posisi ini. Namun, semoga ada kebaikan yang aku tulis. 

Terima kasih sudah baca. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

IT WAS A WILD ADVENTURE TO BE A PRINCESS by Fitri Nurul Aulia (041114039)

Maybe you have been dreaming about to be one of the princesses in fairy tales who married to the princes. They are cool when they ride the horses. And, it was Friday, 4th of November 2016. The sun is cooperated with our plan, my friends’ and mine. Sunny day. We were going to make our dreams come true—even though it’s just our imagination—visiting horses’ stable in order to get some knowledge about horse and to ride it just like the princess. We promised to meet up in our campus at 8 A.M so as soon as we could leave to the stable. Promise was just a promise which was so hard to be done. The two of us were late. Does the princess late in fairy tale? We kept waiting for them on the bridge that really close to our campus. While waiting, we stared at the cars and motorcycles that passed by, hoping that our friends who were still on the way would coming soon. As we had known an information from the horse’s keeper that the horse would be stabled at about 11:30 A.M, our hearts went fast...

KOLAK PISANG NAIRA oleh Fitri Nurul Aulia

Waktu sudah menunjukkan pukul enam tiga puluh sore ketika aku dan kelima temanku baru saja keluar dari kantor. Artinya, sekitar tiga puluh menit lagi menuju adzan maghrib untuk berbuka puasa. Sambil berjalan cepat, sesekali aku melirik jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangan kiriku. “Sepertinya kita akan buka di jalan nih.” Kataku pada teman-teman. “Iya juga ya,” kata Raihan, salah satu temanku. Kami berhenti di sebuah taman kota, kemudian kami duduk di sebuah bangku kayu panjang. Aku sapu pandanganku mencari santapan untuk berbuka. Aku menyeringai senang, “Di sana ada bazar ramadhan tuh! Bagaimana kalau aku kesana?” Aku menatap sebuah tenda putih memanjang di seberang jalan. Teman-teman mengiyakan tawaranku. Aku segera melesat menuju bazar ramadhan di seberang jalan sana. Ketika sampai, aku celingak-celinguk, semua makanan sudah habis terjual. Sedikit kecewa. Aku putar pandanganku menatap teman-teman yang sedang menunggu di seberang jalan sana, berharap aku kembali ...

MY NAME IS MUHAMMAD Oleh : Fitri Nurul Aulia

Seperti biasa, setiap usai kuliah, aku selalu menyempatkan diri ke Red Square— yang merupakan alun-alun Kota Moskow, Rusia. Aku senang berkunjung ke sini untuk menikmati pesona Moskow yang disihir oleh sihir duniawi dan sihir keagungan Sang Maha Pencipta jagat raya. Sering kuabadikan momen-momen cantik dengan kamera digitalku, walau sudah berkali-kali kutampakkan ragaku di sini. Red square—yang didominasi oleh bangunan-bangunan berwarna merah bata, sering dijadikan tempat tongkrongan oleh pemuda-pemuda Moskow. Area ini juga, merupakan salah satu tempat yang wajib hukumnya ditelusuri oleh pelancong dari pelbagai negara. Walau aku bukan seorang pemudi asal Moskow, namun alun-alun ini juga sudah menjadi tempat   tongkronganku. Sejauh mata memandang, mataku menangkap begitu banyak turis-turis yang berlalulalang disekitar alun-alun. Cuaca indah nan sejuk, dengan matahari musim semi yang menawan, menjadi salah satu faktor pendukung bagi turis-turis untuk menjamahi area Red Square....